Menurut Nabi Muhammad, Dosa Hutang Tidak Akan Terampuni Meski Mati Syahid

Sudah m enjadi trend orang zaman ini jika tidak boleh beli cash maka berhutanglah jawapannya. Perkara ini banyak berlaku kerana hendak nampak megah di mata orang ramai.
Dari tsauban, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan juga ia terbebas dari 3 perihal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan juga [3] hutang, hingga ia hendak masuk surga.” (HR. Ibnu Majah nomor. 2412. Syaikh Albani berkata kalau hadits ini shohih).

Ibnu majah mengantarkan hadits ini pada bab Peringatan Keras Menimpa Hutang.

Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Semua dosa orang yang mati syahid hendak diampuni kecuali hutang.”

Mengikut Jabatan Mufti Negeri Selangor

Berdosa besar bagi orang yang sengaja tidak membayar hutang. Seseorang yang suka melewat-lewatkan bayaran hutang setelah berkemampuan untuk membayar-nya, boleh mendatangkan kesan buruk dalam hidupnya bukan sahaja di dunia bahkan di akhirat antaranya :
i. Hidup akan ditimpa kehinaan dan hilang maruahnya.
ii. Hidup mereka tidak akan mendapat keredhaan dan keberkatan Allah.
iii. Perbuatan mereka itu digolongkan dalam perbuatan zalim.
iv. Amalan kebajikan mereka tidak akan diterima.


Sabda Rasul S.A.W. Maksudnya : “Penangguhan hutang oleh orang yang berkuasa membayarnya, adalah satu kezaliman, halal maruah dan hukuman ke atasnya (iaitu pemberi hutang boleh mengambil tindakan ke atas diri dan maruahnya)

(Riwayat Ibnu Majah)
Sabda Rasul S.A.W. Maksudnya : “Kurangkan dirimu daripada melakukan dosa, maka akan mudahlah bagimu ketika hendak mati. Kurangkan daripada berhutang nescaya kamu akan hidup bebas”. (Riwayat Baihaqi)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duh, Akibat Sering Jajan PSK, Supir Truk Terkena penyakit Kelamin aneh

Tak Perlu Operasi, Begini Tips Memperbesar Payudara Murah dan Praktis

Awas! Jadi PNS Dengan Cara Nyogok, Gajinya Haram Seumur Hidup